Kujang, 10 Mei 2025 - Santri kelas 9 MTs Persis 109 Kujang menjalani Ujian Akhir Tahfizh dengan penuh semangat dan kesungguhan. Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan mereka sebagai penghafal Al-Qur’an, sekaligus sebagai bentuk evaluasi atas hasil pembelajaran tahfizh selama di pesantren.
Ujian tahfizh dilaksanakan dengan sistem setoran hafalan di hadapan para ustadz dan ustadzah pembimbing. Setiap santri diminta untuk melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an sesuai target hafalannya dengan tartil dan tajwid yang benar. Suasana tampak khidmat dan penuh haru ketika para santri memperdengarkan hafalan yang telah mereka perjuangkan dengan doa, disiplin, dan kesabaran.
Menurut keterangan dari salah satu muhafidz pembimbing tahfizh, ujian ini bukan semata-mata untuk menilai kemampuan hafalan, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan keikhlasan dalam menjaga ayat-ayat Allah. “Ujian ini adalah puncak dari proses panjang. Kami ingin santri tidak hanya hafal secara lisan, tapi juga mengamalkan Al-Qur’an dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Para santri kelas 9 terlihat antusias dan bangga dapat menuntaskan hafalan mereka menjelang kelulusan. Bagi mereka, menyelesaikan hafalan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk terus menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an di setiap langkah kehidupan.
Dengan terlaksananya Ujian Akhir Tahfizh ini, Pesantren Persis 109 Kujang berharap dapat melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berkomitmen dalam menjaga kemurnian kalamullah. Semangat dan ketekunan para santri menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas mereka untuk terus menapaki jalan mulia para penghafal Al-Qur’an.