Lewati ke konten utama
Logo Pesantren Persis 109 Kujang

Seminar Literasi “Menanam Cinta dalam Kata: Menumbuhkan Kasih pada Budaya Literat dalam Relung Jiwa Santri”

Seminar Literasi “Menanam Cinta dalam Kata: Menumbuhkan Kasih pada Budaya Literat dalam Relung Jiwa Santri”
12 Oct 2025 ppi109kujang@gmail.com Kegiatan

Sebagai bentuk komitmen Pesantren Persatuan Islam 109 Kujang dalam mendukung Gerakan Literasi Pesantren (GERLIP), pada Ahad, 5 Oktober 2025, telah diselenggarakan Seminar Literasi bertema “Menanam Cinta dalam Kata: Menumbuhkan Kasih pada Budaya Literat dalam Relung Jiwa Santri.”

Kegiatan ini berlangsung di Aula Ibnu Abbas PPI 109 Kujang dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti oleh para santri dari kelas 7 hingga kelas 11. Antusiasme para peserta menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya budaya literasi di lingkungan pesantren.

 

Seminar ini menghadirkan narasumber Bunda Hani Hanifah, M.Pd., seorang pegiat literasi sekaligus penulis buku yang berpengalaman dalam dunia literasi. Dalam penyampaiannya yang santai namun berbobot, Bunda Hani memaparkan perkembangan literasi dari masa ke masa, disertai teori serta hasil penelitian para ahli. Melalui kegiatan ini, para santri diajak untuk memahami bahwa literasi memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berwawasan luas dan berpikir kritis. Sebab, masa depan bangsa berada di tangan generasi pelajar yang diharapkan mampu menjadi penggerak utama budaya literasi di Indonesia.

 

Selain seminar, kegiatan ini juga menjadi puncak acara dari rangkaian seleksi Duta Literasi Santri 2025. Program ini bertujuan melahirkan santri-santri inspiratif yang menjadi pionir gerakan membaca dan menulis di lingkungan pesantren. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, terpilih 20 santri terbaik yang terdiri dari 10 santri mualimin dan 10 santri tsanawiyah sebagai Duta Literasi Santri. Prosesi penyematan selempang sebagai simbol pengukuhan dilakukan secara khidmat, disertai ucapan selamat dan harapan agar para duta terpilih dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan kebanggaan.

 

Lebih dari sekadar sebuah kegiatan, seminar ini diharapkan bukan hanya menjadi acara seremonial, tetapi menjadi titik tolak kebangkitan gerakan literasi di lingkungan Pesantren Persis 109 Kujang. Semoga para santri, khususnya Duta Literasi terpilih, mampu menjadi agen perubahan yang menebarkan “cinta dalam kata” dan “kasih pada budaya literat” kepada seluruh warga pesantren. Dengan demikian, pesantren kita dapat tumbuh menjadi Gudang Ilmu, Kebun Hikmah, dan Taman Literasi yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berbudaya baca tinggi.


Bagikan: