Lewati ke konten utama
Logo Pesantren Persis 109 Kujang

Perkuat Karakter Santri, Mahasiswa KKN PJJ PAI Tanamkan Budaya Disiplin dan Mandiri di PP Persis 109 Kujang

Perkuat Karakter Santri, Mahasiswa KKN PJJ PAI Tanamkan Budaya Disiplin dan Mandiri di PP Persis 109 Kujang
24 Nov 2025 ppi109kujang@gmail.com Kegiatan

CIAMIS – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PJJ), Siti Rukoyah, sukses melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pondok Pesantren Persatuan Islam 109 Kujang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Mengusung tema "Penguatan Pendidikan Karakter Santriwati," kegiatan yang berlangsung pada periode Oktober hingga Desember 2025 ini berfokus pada internalisasi nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian di lingkungan asrama.

Dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd., program ini hadir sebagai respons terhadap dinamika pendidikan di pesantren. Meskipun Pondok Pesantren Persis 109 Kujang telah menerapkan sistem boarding school yang mengintegrasikan kurikulum agama dan umum, keberagaman latar belakang santriwati seringkali menjadi tantangan tersendiri dalam menyelaraskan kedisiplinan dan tanggung jawab personal.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif, di mana santriwati dilibatkan secara aktif sebagai subjek perubahan, bukan sekadar objek penyuluhan. Rangkaian kegiatan dikemas secara variatif, mulai dari mentoring diskusi kelompok, pembiasaan positif kebersihan kamar, kajian akhlak, hingga sharing session pengalaman hidup Islami.

"Tujuan utama kami bukan hanya memberikan teori, tetapi membangun kebiasaan (habit). Kami ingin santriwati memiliki kesadaran sendiri untuk disiplin waktu ibadah dan bertanggung jawab atas kebersihan lingkungannya tanpa harus selalu diawasi," ungkap mahasiswa.

Selama 40 hari pelaksanaan, program ini telah menunjukkan dampak yang signifikan. Berdasarkan evaluasi jurnal harian (amal yaumiyah) dan observasi lapangan, terlihat perubahan positif pada pola perilaku santriwati. Peningkatan kedisiplinan dalam ibadah berjamaah, kerapian asrama yang lebih terjaga, serta tumbuhnya sikap empati antar teman sebaya menjadi indikator keberhasilan program ini.

Pihak pesantren menyambut baik inisiatif ini karena membantu meningkatkan efektivitas pembinaan karakter Islami. Melalui kegiatan kerja bakti dan piket terjadwal, santriwati belajar bahwa tanggung jawab dan kerjasama adalah bagian tak terpisahkan dari akhlak seorang muslimah.

Kegiatan KKN ini ditutup dengan sesi refleksi bersama pengasuh dan santriwati. Sebagai rekomendasi tindak lanjut, model pembiasaan dan mentoring yang telah dijalankan disarankan untuk diadopsi menjadi rutinitas tetap pesantren.

Melalui pengabdian ini, diharapkan sinergi antara mahasiswa dan lembaga pendidikan Islam dapat terus terjalin demi mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh, mandiri, dan berakhlak mulia.


Bagikan: