CIAMIS – Mahasiswa Program Studi
Pendidikan Agama Islam (PJJ), Siti Rukoyah, sukses melaksanakan program Kuliah
Kerja Nyata (KKN) di Pondok Pesantren Persatuan Islam 109 Kujang, Kecamatan
Cikoneng, Kabupaten Ciamis. Mengusung tema "Penguatan Pendidikan
Karakter Santriwati," kegiatan yang berlangsung pada periode Oktober
hingga Desember 2025 ini berfokus pada internalisasi nilai-nilai disiplin,
tanggung jawab, dan kemandirian di lingkungan asrama.
Dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan
(DPL) Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd., program ini hadir sebagai respons terhadap
dinamika pendidikan di pesantren. Meskipun Pondok Pesantren Persis 109 Kujang
telah menerapkan sistem boarding school yang mengintegrasikan kurikulum
agama dan umum, keberagaman latar belakang santriwati seringkali menjadi
tantangan tersendiri dalam menyelaraskan kedisiplinan dan tanggung jawab
personal.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan
pendekatan partisipatif-edukatif, di mana santriwati dilibatkan secara aktif
sebagai subjek perubahan, bukan sekadar objek penyuluhan. Rangkaian kegiatan
dikemas secara variatif, mulai dari mentoring diskusi kelompok, pembiasaan
positif kebersihan kamar, kajian akhlak, hingga sharing session
pengalaman hidup Islami.
"Tujuan utama kami bukan hanya memberikan
teori, tetapi membangun kebiasaan (habit). Kami ingin santriwati memiliki
kesadaran sendiri untuk disiplin waktu ibadah dan bertanggung jawab atas
kebersihan lingkungannya tanpa harus selalu diawasi," ungkap mahasiswa.
Selama 40 hari pelaksanaan, program ini telah
menunjukkan dampak yang signifikan. Berdasarkan evaluasi jurnal harian (amal
yaumiyah) dan observasi lapangan, terlihat perubahan positif pada pola
perilaku santriwati. Peningkatan kedisiplinan dalam ibadah berjamaah, kerapian
asrama yang lebih terjaga, serta tumbuhnya sikap empati antar teman sebaya
menjadi indikator keberhasilan program ini.
Pihak pesantren menyambut baik inisiatif ini
karena membantu meningkatkan efektivitas pembinaan karakter Islami. Melalui
kegiatan kerja bakti dan piket terjadwal, santriwati belajar bahwa tanggung
jawab dan kerjasama adalah bagian tak terpisahkan dari akhlak seorang muslimah.
Kegiatan KKN ini ditutup dengan sesi refleksi
bersama pengasuh dan santriwati. Sebagai rekomendasi tindak lanjut, model
pembiasaan dan mentoring yang telah dijalankan disarankan untuk diadopsi
menjadi rutinitas tetap pesantren.
Melalui pengabdian ini, diharapkan sinergi antara
mahasiswa dan lembaga pendidikan Islam dapat terus terjalin demi mencetak
generasi santri yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga
memiliki karakter yang kokoh, mandiri, dan berakhlak mulia.