Kujang, 28 Juli 2025 – Mengawali tahun ajaran baru 2025-2026, Pondok Pesantren Persatuan Islam 109 Kujang menggelar pertemuan strategis yang melibatkan seluruh jajaran Asatidz. Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan visi, mengevaluasi program tahun sebelumnya, dan mematangkan Strategi Pendidikan yang akan diterapkan di kelas dan asrama.
Momen Sinergi Awal Tahun ini menjadi sangat krusial, mengingat Pesantren Persis 109 Kujang selalu berupaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas lulusan yang unggul dalam ilmu Diniyah (agama) dan responsif terhadap tantangan kontemporer.
Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Mudir 'Aam Pesantren dan dihadiri oleh Mudirn Tsanawiyah, Mu'allimin, serta seluruh Koordinator Bidang Studi. Diskusi utama difokuskan pada dua hal:
Penguatan Integrasi Kurikulum: Memastikan bahwa mata pelajaran umum dan mata pelajaran Diniyah berjalan selaras dan saling mendukung. Penekanan diberikan pada bagaimana nilai-nilai ke-Persisan dapat disuntikkan ke dalam setiap disiplin ilmu.
Inovasi Metode Mengajar: Para asatidz didorong untuk menggunakan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan partisipatif, terutama bagi santri baru. Metode seperti problem-based learning dan penggunaan teknologi edukasi dibahas untuk meningkatkan efektivitas KBM (Kegiatan Belajar Mengajar).
"Tanggung jawab kita bukan hanya mentransfer ilmu, tapi mendidik karakter. Di awal tahun ini, kita harus sepakat bahwa setiap asatidz adalah teladan dan pembimbing," tegas Mudir Tsanawiyah. "Strategi yang kita matangkan harus mampu mencetak santri yang tidak hanya hafal, tetapi juga paham, kritis, dan berakhlak mulia."
Sesi lain yang menjadi sorotan adalah evaluasi program Tahfizh dan Pembinaan Karakter. Setelah suksesnya pelaksanaan Daurah Al-Qur'an dan MATSAMA, para asatidz mendiskusikan bagaimana mempertahankan semangat spiritualitas dan kedisiplinan yang telah ditanamkan.
Ustaz Isa Anshori, S.Q., S.Ag., Direktur Tahfizh, menyampaikan pentingnya peran setiap guru, bahkan yang mengajar ilmu umum, untuk turut memantau perkembangan hafalan santri. Sementara itu, bidang Keasramaan menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara guru di kelas dan wali asrama untuk memastikan konsistensi penerapan Tata Tertib.
Strategi yang disepakati mencakup:
Penerapan Pekan Disiplin di awal semester.
Penyusunan jadwal muraja'ah (mengulang hafalan) yang lebih terstruktur di luar jam sekolah.
Pertemuan sinergi ini ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh asatidz untuk menjadikan tahun ajaran 2025-2026 sebagai tahun peningkatan kualitas pendidikan dan pencapaian prestasi. Dengan strategi yang matang, Pesantren Persis 109 Kujang siap mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam terdepan.