Lewati ke konten utama
Logo Pesantren Persis 109 Kujang

Semangat Menjaga Hafalan Al-Qur’an, Santri Pesantren Persis 109 Kujang Hadapi Ujian Tahfizh

Default thumbnail
01 Oct 2026 ppi109kujang@gmail.com Ujian Tahfizh

Kujang, 30 September 2026 — Semangat menjaga dan menguatkan hafalan Al-Qur’an kembali terlihat di lingkungan Pesantren Persis 109 Kujang. Selama lima hari, sejak 26 hingga 30 September 2026, santri tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Pesantren Persis 109 Kujang mengikuti Ujian Tahfizh Al-Qur’an yang dilaksanakan secara serentak.

Ujian tahfizh menjadi salah satu agenda penting dalam pembinaan Al-Qur’an di pesantren. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk mengukur kemampuan santri dalam menghafal ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum untuk menguatkan kembali hafalan yang telah dimiliki.

Selama pelaksanaan ujian, para santri menunjukkan kesungguhan dalam mempersiapkan hafalannya. Setiap santri berupaya memberikan kemampuan terbaiknya dengan menyetorkan hafalan sesuai target yang telah ditentukan. Suasana penuh keseriusan pun mewarnai pelaksanaan ujian di berbagai ruang yang telah disiapkan.

Bagi para santri, ujian tahfizh bukan sekadar tentang mampu menghafal dan menyelesaikan setoran. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari proses murajaah, menjaga konsistensi, serta membangun kedekatan dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan secara serentak antara jenjang MTs dan MA juga menjadi bagian dari upaya pesantren dalam membangun budaya Qur’ani yang berkesinambungan. Santri tidak hanya diarahkan untuk menambah hafalan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga hafalan tersebut agar tetap kuat dan terpelihara.

Lima hari pelaksanaan ujian menjadi perjalanan yang penuh dengan ikhtiar. Ada hafalan yang lancar, ada pula bagian yang perlu kembali diperkuat. Semua menjadi bagian dari proses belajar dan pembinaan yang berharga bagi setiap santri.

Melalui Ujian Tahfizh Al-Qur’an ini, Pesantren Persis 109 Kujang berharap para santri semakin termotivasi untuk mencintai, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Sebab, menjadi penghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang seberapa banyak ayat yang tersimpan dalam ingatan, tetapi juga tentang bagaimana Al-Qur’an terus hidup dalam hati, lisan, dan perilaku.

Semoga setiap ayat yang dihafalkan menjadi cahaya, setiap murajaah menjadi keberkahan, dan setiap perjuangan santri dalam menjaga hafalan menjadi amal yang bernilai di sisi Allah Swt.


Bagikan: