Kujang - Suasana penuh keberkahan menyelimuti kompleks Pesantren Persis 109 Kujang. Dalam rangkaian kegiatan Semarak Kuliah Ramadhan (KURMA) Ke-2, pesantren ini sukses menyelenggarakan agenda khusus bertajuk Kajian Muslimah, yang diikuti dengan antusias oleh seluruh santriwati pada 25 Februari 2026.
Program KURMA sendiri merupakan agenda tahunan yang dirancang untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus mengisi waktu puasa dengan kegiatan produktif. Namun, ada yang berbeda pada pelaksanaan ini, di mana porsi kajian khusus perempuan mendapatkan perhatian lebih mendalam.
Kajian ini tidak hanya sekadar ceramah rutin. Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan karakter (akhlaqul karimah), tantangan muslimah di era modern, serta pendalaman fikih wanita yang sangat krusial bagi kehidupan sehari-hari santriwati.
Pihak panitia pelaksana menyampaikan bahwa tujuan utama dari kajian khusus ini adalah:
Membangun Ruang Diskusi Nyaman: Memberikan ruang bagi santriwati untuk bertanya mengenai hal-hal sensitif seputar kewanitaan tanpa rasa canggung.
Pemberdayaan Peran: Mengingatkan kembali peran penting muslimah sebagai madrasah pertama (al-ummu madrasatul ula) dalam keluarga dan masyarakat.
Optimalisasi Ibadah: Memastikan santriwati dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan secara maksimal dengan ilmu yang benar.
"Alhamdulillah, melalui Kajian Muslimah di KURMA Ke-2 ini, kami ingin para santriwati tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki kedalaman spiritual dan pemahaman yang matang mengenai jati diri mereka sebagai muslimah," ujar perwakilan asatidz Pesantren Persis 109 Kujang.
Selama acara berlangsung, aula terlihat dipenuhi oleh santriwati yang menyimak dengan saksama. Sesi tanya jawab menjadi bagian yang paling hidup, di mana banyak peserta berkonsultasi mengenai penerapan adab sehari-hari di lingkungan asrama maupun saat nanti kembali ke tengah keluarga.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum transformasi bagi santriwati untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh, mandiri, dan istiqamah dalam menjalankan syariat Islam, bahkan setelah bulan Ramadhan berakhir.