Dalam upaya meningkatkan kualitas pengajaran dan relevansi kurikulum di era modern, Pesantren Persatuan Islam (Persis) 109 Kujang menggelar pelatihan pedagogik intensif bagi seluruh jajaran asatidz. Pelatihan yang berfokus pada pendalaman metode kurikulum Deep Learning ini menghadirkan pakar pendidikan, Dr. H. Ahmad Zaki Mubarak, M.Pd. M.Si.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di aula pesantren ini bertujuan untuk membekali para pengajar dengan strategi pembelajaran yang tidak hanya menyentuh aspek kognitif, tetapi juga kedalaman pemahaman dan karakter santri.
Dalam paparannya, Dr. Ahmad Zaki Mubarak menekankan bahwa tantangan pendidikan saat ini bukan lagi sekadar mentransfer informasi, melainkan bagaimana menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.
"Kurikulum Deep Learning mengajak santri untuk berpikir kritis, kolaboratif, dan mampu menghubungkan materi pelajaran dengan realitas kehidupan. Asatidz harus berperan sebagai fasilitator yang memancing rasa ingin tahu, bukan sekadar sumber suara di depan kelas," ujar Dr. Zaki.
Pihak pimpinan Pesantren Persis 109 Kujang menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari agenda rutin peningkatan mutu SDM. Dengan penguasaan kompetensi pedagogik yang mumpuni, diharapkan para asatidz mampu mencetak lulusan yang unggul secara intelektual dan kokoh secara spiritual.
Para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi kelompok dan simulasi mengajar (micro-teaching) yang dipandu langsung oleh pemateri. Interaksi dua arah ini membuka cakrawala baru bagi para asatidz dalam menyusun rencana pembelajaran yang lebih adaptif dan inovatif.
"Pendidikan adalah proses menghidupkan pikiran, bukan sekadar mengisi wadah yang kosong."