Kujang, 17 Juni 2025 – Pesantren Persatuan Islam (Persis) 109 Kujang baru-baru ini menggelar Rapat Evaluasi Akhir Tahun yang komprehensif untuk menutup tahun ajaran dan mematangkan persiapan pembagian buku laporan hasil belajar (rapor) santri semester genap. Rapat ini menjadi forum krusial untuk mengukur keberhasilan proses belajar mengajar serta merumuskan strategi peningkatan mutu pendidikan ke depan.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Mudirul 'Am Pesantren ini dihadiri oleh seluruh asatidz dan wali kelas dari berbagai tingkatan. Fokus utama pertemuan ini adalah melakukan penilaian akhir terhadap hasil ujian Akhir Sanah Tes (ASAT) dan menyelaraskan data nilai sebelum dicetak menjadi rapor resmi.
Inti dari rapat ini adalah sesi pelaporan wali kelas yang berlangsung secara detil dan terbuka. Selama satu semester penuh, wali kelas memiliki peran sentral tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing akademik dan moral bagi santri.
Setiap wali kelas memaparkan laporan yang mencakup tiga aspek utama:
Aspek Akademik: Wali kelas menyampaikan persentase rata-rata nilai santri di kelasnya, mata pelajaran yang menjadi tantangan utama, serta santri dengan prestasi tertinggi dan perluasan program remidial.
Aspek Akhlak dan Kedisiplinan: Ini menjadi sorotan penting. Laporan mencakup tingkat kedisiplinan santri dalam mengikuti jadwal pesantren, perilaku di asrama, dan inisiatif mereka dalam kegiatan ibadah dan sosial. Wali kelas melaporkan peningkatan atau penurunan signifikan dalam kasus tertentu.
Dinamika Kelas: Disampaikan pula mengenai suasana belajar di kelas, efektivitas metode pengajaran yang telah diterapkan, serta usulan inovasi kurikulum minor untuk semester yang akan datang.
Ustadz Supendi, salah satu wali kelas, misalnya, melaporkan, "Secara akademik ada peningkatan signifikan di mata pelajaran Fikih, namun kami mencatat ada beberapa santri yang perlu pendampingan lebih lanjut dalam hal pengaturan waktu dan disiplin shalat berjamaah. Ini menjadi catatan bagi kita semua untuk diperkuat di tahun ajaran baru."
Mudirul 'Am Pesantren Persis 109 Kujang, dalam pengarahannya, menekankan pentingnya integritas dan objektivitas dalam penentuan nilai akhir. Beliau memastikan bahwa nilai yang tercantum dalam rapor adalah representasi akurat dari usaha santri selama satu semester, mencakup nilai harian, ujian tengah semester, dan ujian akhir.
"Rapor ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari proses pembinaan kita selama enam bulan. Evaluasi yang kita lakukan hari ini adalah upaya kita untuk tidak hanya menguji santri, tetapi juga menguji efektivitas sistem pendidikan kita sendiri," tegas beliau.
Hasil dari rapat evaluasi ini akan menjadi landasan utama bagi manajemen pesantren untuk membuat keputusan strategis, termasuk pengembangan program tahfidz dan peningkatan fasilitas asrama. Setelah finalisasi, buku laporan hasil belajar (rapor) santri akan dibagikan kepada orang tua/wali dalam waktu dekat, menandai liburan akhir tahun ajaran.