Kujang, 25 Januari 2025 - Pesantren Persis 109 Kujang secara resmi menutup rangkaian Sidang Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi santri kelas 12 Mu’allimin dengan penuh khidmat dan rasa syukur. Kegiatan penutupan ini menjadi penanda berakhirnya proses panjang akademik yang telah ditempuh para santri dalam menyusun dan mempertahankan karya ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan.
Sidang KTI yang berlangsung selama beberapa hari tersebut diikuti oleh seluruh santri kelas 12 Mu’allimin. Mereka mempresentasikan hasil penelitian di hadapan dewan penguji dengan penuh kesungguhan, keberanian, dan kedewasaan berpikir. Beragam tema ilmiah yang diangkat mencerminkan kepedulian santri terhadap isu pendidikan, keislaman, sosial, hingga pengembangan diri.
Dalam sambutan penutupan, pimpinan pesantren menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri atas kerja keras, kedisiplinan, dan semangat belajar yang telah ditunjukkan selama proses penyusunan KTI. Beliau menegaskan bahwa karya tulis ilmiah bukan sekadar tugas akademik, tetapi sarana melatih berpikir kritis, sistematis, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan gagasan.
“Sidang KTI ini adalah latihan berharga bagi santri untuk menghadapi dunia akademik di jenjang berikutnya. Semoga menjadi bekal ilmu, mental, dan karakter dalam melanjutkan pendidikan dan pengabdian kepada umat,” ungkapnya.
Penutupan sidang juga diisi dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat serta membawa keberkahan. Suasana haru dan bangga terasa ketika para santri menyadari bahwa satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan mereka telah berhasil dilalui.
Dengan berakhirnya Sidang Karya Tulis Ilmiah ini, santri kelas 12 Mu’allimin semakin mantap melangkah menuju fase akhir pendidikan di Pesantren Persis 109 Kujang. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen pesantren dalam membangun tradisi ilmiah yang kuat serta melahirkan generasi santri yang unggul dalam ilmu, akhlak, dan karya.