Kujang, 24 Januari 2026 - Pesantren Persis 109 Kujang resmi membuka rangkaian Sidang Karya Tulis Ilmiah (KTI) bagi santri kelas 12 sebagai bagian dari tahapan akhir pembinaan akademik. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengukur kemampuan berpikir kritis, analitis, dan sistematis para santri sebelum menyelesaikan pendidikan di pesantren.
Pembukaan sidang KTI diawali dengan sambutan sekaligus peresmian oleh Mudir ‘Am Pesantren Persis 109 Kujang, KH. Iim Imadudin. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa sidang KTI bukan sekadar ujian akhir, melainkan proses pembelajaran yang melatih santri untuk jujur dalam berpikir, disiplin dalam meneliti, serta bertanggung jawab terhadap karya ilmiah yang disusun.
“Sidang KTI ini adalah bukti bahwa santri Pesantren Persis 109 Kujang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga siap bersaing dalam dunia akademik. Jadikan proses ini sebagai latihan kesungguhan, kejujuran, dan ketekunan dalam menuntut ilmu,” tutur beliau dalam sambutannya.
Beliau juga meresmikan secara resmi pelaksanaan Sidang KTI dengan harapan agar seluruh santri mampu mengikuti proses sidang dengan penuh adab, percaya diri, serta menjadikan pengalaman ini sebagai bekal berharga untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sidang KTI diikuti oleh seluruh santri kelas 12 dengan penguji dari kalangan guru dan pembimbing yang berkompeten di bidangnya. Setiap santri mempresentasikan hasil penelitian dan mempertahankan karya tulis ilmiah yang telah disusun selama masa bimbingan.
Melalui kegiatan ini, Pesantren Persis 109 Kujang menegaskan komitmennya dalam melahirkan generasi santri yang unggul dalam keilmuan, matang dalam berpikir, dan siap mengukir prestasi akademik di masa depan.