Kujang — Membangun kebersamaan di lingkungan pesantren tidak hanya dilakukan melalui aktivitas kedinasan maupun kegiatan kebersamaan seperti family gathering. Lebih dari itu, hubungan kekeluargaan perlu dirawat melalui ruang-ruang yang dapat menguatkan nilai keislaman dan mempererat ukhuwah. Berangkat dari semangat tersebut, Pesantren Persis 109 Kujang menghadirkan sebuah program baru bertajuk Kajian Silaturahmi.
Program ini menjadi salah satu ikhtiar Pesantren Persis 109 Kujang dalam membangun hubungan yang semakin erat di antara keluarga besar pesantren, khususnya para asatidzah dan tenaga kependidikan. Jika family gathering menjadi sarana untuk membangun kebersamaan dalam suasana kekeluargaan, maka Kajian Silaturahmi hadir sebagai ruang untuk memperkuat kebersamaan tersebut melalui nilai-nilai ukhuwah Islamiyah.
Untuk pertama kalinya, kegiatan Kajian Silaturahmi dilaksanakan pada Jumat, 11 September 2026. Kegiatan perdana ini berlangsung dalam suasana yang hangat, penuh keakraban, dan sarat dengan nilai persaudaraan. Para asatidzah dan tenaga kependidikan hadir bersama, membangun ruang silaturahmi yang tidak hanya mempertemukan secara fisik, tetapi juga menyatukan hati dalam semangat kebersamaan.
Kajian Silaturahmi dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk saling mengenal lebih dekat, berbagi cerita, memperkuat komunikasi, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap keluarga besar Pesantren Persis 109 Kujang. Dalam suasana yang sederhana dan penuh kehangatan, sekat-sekat kesibukan perlahan mencair dan berganti dengan suasana persaudaraan.
Kehadiran program baru ini menjadi langkah positif dalam membangun kultur kekeluargaan di lingkungan pesantren. Sebab, kuatnya sebuah lembaga tidak hanya ditopang oleh program dan sistem yang baik, tetapi juga oleh hubungan antarsumber daya manusia yang dilandasi rasa saling menghargai, memahami, dan menguatkan.
Alhamdulillah, pelaksanaan perdana Kajian Silaturahmi mendapatkan sambutan yang baik. Rasa persaudaraan di antara keluarga asatidzah dan tenaga kependidikan terjalin dengan penuh kehangatan. Kebersamaan yang tercipta menjadi bukti bahwa silaturahmi memiliki kekuatan untuk mendekatkan hati dan memperkuat langkah dalam menjalankan amanah bersama.
Melalui program ini, Pesantren Persis 109 Kujang berharap semangat ukhuwah Islamiyah dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya keluarga besar pesantren. Kajian Silaturahmi pun diharapkan tidak berhenti sebagai program perdana, tetapi menjadi tradisi kebaikan yang terus dirawat dan dikembangkan.
Karena pada akhirnya, pesantren bukan hanya tempat bertumbuhnya para santri, tetapi juga rumah bagi seluruh keluarga yang berada di dalamnya. Dengan hati yang terikat dalam ukhuwah, langkah untuk membangun pesantren akan terasa lebih ringan, hangat, dan penuh keberkahan.