Kujang, 30 Juli 2026 – Pesantren Persis 109 Kujang kembali menggelar Baiat Santri sebagai salah satu agenda rutin yang menjadi ciri khas kehidupan pesantren. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk peneguhan komitmen seluruh santri dalam menjalani pendidikan dan kehidupan di lingkungan pesantren. Layaknya upacara bendera di sekolah umum, baiat santri menjadi momen pembinaan yang sarat akan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta penguatan karakter.
Baiat santri diikuti oleh seluruh santri, baik santri baru maupun santri lama. Dengan penuh khidmat, para santri mengikuti setiap rangkaian acara sebagai wujud kesiapan mereka untuk menaati aturan pesantren, menjaga akhlak, serta bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Bagi santri baru, kegiatan ini menjadi salah satu pengalaman pertama yang memperkenalkan budaya dan tradisi yang telah lama dijaga di Pesantren Persis 109 Kujang.
Dalam pelaksanaannya, para santri mengucapkan ikrar sebagai bentuk kesanggupan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, mematuhi tata tertib pesantren, menghormati para asatidz, serta menjaga nama baik almamater. Baiat ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan pengingat bahwa setiap santri memiliki amanah untuk terus memperbaiki diri dan menjadi teladan dalam sikap maupun perilaku.
Melalui baiat yang dilaksanakan secara rutin, pihak pesantren berupaya menanamkan semangat disiplin dan rasa memiliki terhadap lembaga. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menyatukan tekad seluruh warga pesantren dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang religius, tertib, dan kondusif bagi proses pembelajaran.
Selain memperkuat komitmen pribadi setiap santri, baiat juga menjadi sarana membangun ukhuwah di antara seluruh civitas pesantren. Berdiri bersama dalam satu barisan, mengucapkan ikrar dengan penuh kesungguhan, menjadi simbol bahwa seluruh santri memiliki tujuan yang sama, yaitu menuntut ilmu, memperbaiki akhlak, serta mengabdikan diri kepada agama dan masyarakat.
Dengan terselenggaranya Baiat Santri ini, diharapkan seluruh santri semakin memahami bahwa perjalanan di pesantren bukan hanya tentang memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk karakter, melatih kedisiplinan, dan menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Semoga komitmen yang telah diikrarkan menjadi langkah awal yang kokoh dalam mencetak generasi muslim yang berilmu, berakhlak mulia, serta siap menjadi kader umat dan bangsa.