Kujang, 27 Juli 2025 – Pondok Pesantren Persatuan Islam 109 Kujang kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya berilmu syar'i namun juga unggul dalam Al-Qur'an. Komitmen ini diwujudkan melalui pelaksanaan Daurah Al-Qur'an Intensif yang diikuti oleh seluruh santri, bertujuan untuk menajamkan hafalan (muraja'ah) dan meningkatkan mutu bacaan (tahsin) mereka.
Daurah ini merupakan agenda rutin yang sangat vital, memastikan bahwa Al-Qur'an tetap menjadi sumber utama inspirasi dan pegangan hidup santri, sejalan dengan visi pesantren sebagai pencetak ulama muta'ammiq dan muballigh mujahid.
Kegiatan Daurah Al-Qur'an tahun ini menghadirkan kombinasi pemateri yang luar biasa, memadukan aspek teknis tahfizh dengan metodologi pendidikan dan psikologi.
Sesi inti mengenai teknik penghafalan dan peningkatan mutu bacaan disampaikan langsung oleh Ustaz Isa Anshori, S.Q., S.Ag., selaku Direktur Tahfizh Pesantren Persis 109 Kujang. Beliau memberikan panduan praktis dan motivasi kuat tentang pentingnya istiqamah (konsisten) dalam muraja'ah dan menjaga makharijul huruf (tempat keluarnya huruf) yang benar.
"Al-Qur'an adalah hujjah (bukti) kita di akhirat. Maka, menghafalnya harus dengan metode yang benar, dan menjaganya harus dengan kesabaran luar biasa. Kami bekali santri dengan teknik muraja'ah mandiri agar hafalan mereka melekat kuat seumur hidup," jelas Ustaz Isa.
Daurah ini semakin kaya dengan kehadiran dua pemateri yang melengkapi aspek strategi belajar dan psikologi:
1. Ustadz Anasah Qodarudidn, S.Pd.
Ustadz Anasah Qodarudidn, S.Pd., membawakan materi mengenai manajemen waktu dan strategi belajar efektif bagi penghafal Al-Qur'an. Beliau menekankan bahwa waktu adalah modal utama seorang santri. Dengan jadwal yang padat, santri harus mampu mengintegrasikan waktu belajar formal dengan waktu tahfizh dan muraja'ah tanpa saling mengorbankan.
2. Teh Esih Sukaesih, S.Psi., M.Psi.
Materi yang tak kalah menakjubkan disampaikan oleh Teh Esih Sukaesih, S.Psi., M.Psi., yang merupakan salah satu Alumni terbaik PPI 109 Kujang dan kini berprofesi sebagai profesional di bidang psikologi. Teh Esih memberikan insight mengenai Psikologi Belajar Al-Qur'an.
"Menghafal Al-Qur'an seringkali terbentur pada rasa jenuh atau kurang percaya diri. Saya ingin berbagi pengalaman dan tips bagaimana menjaga kesehatan mental, mengatur stres, dan menanamkan motivasi intrinsik (dari dalam diri) agar proses menghafal terasa ringan dan menyenangkan," tutur Teh Esih, disambut antusias oleh para santri. Kehadiran alumni yang sukses di bidang profesional ini memberikan inspirasi nyata tentang bagaimana nilai-nilai Qur'ani dari pesantren dapat diintegrasikan dalam kehidupan pasca-lulus.
Daurah Al-Qur'an ini merupakan bagian integral dari visi Pesantren Persis 109 Kujang untuk mencetak Generasi Qur'ani yang tidak hanya hafal, tetapi juga mengamalkan isinya. Dengan kolaborasi antara ahli tahfizh, pendidik, dan alumni yang kompeten, pesantren memastikan bahwa santri dibekali tidak hanya ilmu tetapi juga hikmah (kebijaksanaan) dalam menjaga kalamullah.
Semangat yang membara dari seluruh santri dan jajaran asatidz menjadi jaminan bahwa Pesantren Persis 109 Kujang akan terus menjadi benteng pertahanan Al-Qur'an dan Sunnah, melahirkan para pemimpin masa depan yang bervisi Qur'ani.