Ciamis, 22 Juli 2025 – Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) di Pesantren Persis 109 Kujang mencapai puncaknya dengan dua hari kegiatan pembinaan intensif yang berfokus pada penanaman karakter dan kepemimpinan. Pada tanggal 22 hingga 23 Juli 2025, para santri baru dibawa ke lokasi khusus di kawasan Jatisewu untuk menjalani sesi yang jauh dari ruang kelas formal.
Kegiatan yang bertajuk "Pembentukan Karakter Kader Mujahid" ini dirancang untuk menguji mental, menumbuhkan solidaritas, dan menanamkan nilai-nilai kepemimpinan Islam yang berlandaskan disiplin dan tanggung jawab.
Berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang fokus pada pengenalan kurikulum dan sistem, kegiatan di Jatisewu didominasi oleh aktivitas fisik dan simulasi kelompok. Sesi Kepemimpinan (Leadership) menjadi inti dari rangkaian acara ini.
Melalui berbagai permainan dan tantangan team building, santri diajak untuk:
Berkomunikasi Efektif: Belajar menyampaikan ide dan menerima masukan dalam situasi yang menekan.
Mengambil Keputusan Cepat: Melatih tanggung jawab sebagai pemimpin kelompok saat menghadapi masalah.
Memahami Peran: Menyadari pentingnya setiap individu, baik sebagai pemimpin maupun sebagai anggota tim yang loyal.
Aghnia Khalidah, salah satu Panitia MATSAMA sekaligus pemateri, menyatakan, "Seorang pelajar Persis tidak hanya dituntut cerdas secara ilmu, tetapi harus memiliki ruhul jihad (semangat berjuang) dan leadership yang kuat. Di sinilah mereka belajar bahwa memimpin itu bukan hanya memberi perintah, tapi melayani dan bertanggung jawab."
Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah sesi Panahan. Olahraga sunnah ini dipilih bukan tanpa alasan; panahan menjadi metafora sempurna untuk melatih fokus, ketenangan, dan akurasi.
Setiap busur yang ditarik mengajarkan santri:
Fokus Tujuan: Hanya ada satu target yang harus dicapai, menghilangkan gangguan lain.
Kesabaran: Proses menarik, menahan, dan melepaskan anak panah memerlukan ketenangan batin.
Akurasi Keputusan: Setiap tindakan harus diperhitungkan untuk mencapai sasaran yang tepat.
Kegiatan ini bertujuan mengajarkan bahwa dalam hidup dan dakwah, seorang kader harus selalu fokus pada tujuan utama dan memiliki akurasi dalam setiap tindakan dan ucapan.
Setelah dua hari penuh di Jatisewu dengan berbagai kegiatan pembinaan karakter, para santri kembali ke asrama dengan wajah lelah namun penuh pengalaman berharga. Secara keseluruhan, MATSAMA berhasil mengantarkan santri baru dari fase perkenalan menjadi fase kesiapan.
Mulai besok, 24 Juli, para santri akan memasuki fase Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) efektif. Bekal kedisiplinan, pemahaman visi, dan semangat kepemimpinan yang telah ditanamkan selama MATSAMA diharapkan menjadi modal utama bagi mereka untuk menjalani studi dan mewujudkan cita-cita sebagai Kader Mujahid di Pesantren Persis 109 Kujang.