Kujang, 21 Juli 2025 – Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) di Pondok Pesantren Persatuan Islam (Persis) 109 Kujang memasuki fase pelaksanaan intensif hari ini. Setelah pengarahan umum kemarin, Senin, 21 Juli 2025, menjadi hari pertama bagi santri baru untuk secara mendalam menyelami jati diri dan karakteristik pendidikan yang mereka pilih.
Kegiatan hari ini dirancang untuk mengubah mindset (pola pikir) santri dari siswa biasa menjadi kader yang siap berjuang di bawah panji Persatuan Islam.
Sesi pagi MATSAMA difokuskan pada pengenalan Kurikulum dan Sistem Pendidikan Persis 109 Kujang. Para santri menerima materi langsung dari Mudir Tsanawiyah dan Mu'allimin.
"Pendidikan di sini adalah integrasi. Kami tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga kualitas pemahaman Diniyah (agama) yang mendalam dan metodologis. Santri harus memahami bagaimana cara berinteraksi dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman yang benar dan kritis," jelas Ust. Isa Anshori, S.Q., S.Ag selaku Mudir Tsanawiyah.
Materi hari ini mencakup:
- Pendidikan Persis: Membedah ruh tajdid (pembaharuan) yang menjadi landasan organisasi.
Struktur Kurikulum Ganda: Memahami pembagian waktu antara pelajaran formal (umum) dan Diniyah (agama) yang porsinya lebih besar.
Target Lulusan: Mengenal profil santri yang diharapkan, yaitu ulama muta'ammiq dan muballigh yang mujahid.
Memasuki sesi siang hingga sore, fokus beralih ke kehidupan di luar kelas, yaitu disiplin dan tradisi keasramaan. Sesi ini dipandu oleh Kepala Bidang Keasramaan dan pengurus Organisasi Santri Persis (OSPER).
Para santri baru diajarkan tentang:
Jadwal Ibadah Harian: Pentingnya shalat fardhu berjamaah, shalat malam (Qiyamullail), dan waktu khusus untuk Tahfidz (menghafal Al-Qur'an).
Etika Interaksi: Tata krama bergaul dengan asatidz (guru), senior, dan sesama teman, serta larangan-larangan keras di lingkungan pesantren.
Manajemen Waktu: Bagaimana mengelola waktu 24 jam secara efektif untuk belajar, beribadah, dan berorganisasi.
Suasana hari pertama ini berjalan tertib namun tetap dinamis. Meskipun jadwal yang padat menuntut kedisiplinan tinggi, santri baru tampak antusias mencatat dan bertanya, menunjukkan kesiapan mental untuk beradaptasi dengan ritme kehidupan pesantren.
MATSAMA akan berlanjut selama dua hari ke depan dengan fokus pada pengenalan organisasi, outbound pembentukan karakter, dan workshop keahlian dasar sebelum mereka resmi memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada 24 Juli.