Lewati ke konten utama
Logo Pesantren Persis 109 Kujang

Kenangan yang Tertinggal, Doa yang Mengiringi: Perpisahan Asatidz Pesantren Persis 109 Kujang

Kenangan yang Tertinggal, Doa yang Mengiringi: Perpisahan Asatidz Pesantren Persis 109 Kujang
12 Oct 2025 ppi109kujang@gmail.com Kegiatan

Waktu berjalan begitu cepat, dan tibalah saatnya melepas salah satu sosok yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan di Pesantren Persatuan Islam (Persis) 109 Kujang. Kegiatan perpisahan digelar dengan penuh haru untuk Ibu Imas Masluhat, S.Pd, salah satu asatidzah yang telah berkhidmat selama 2 tahun 4 bulan, terhitung sejak tahun 2022 hingga 2024.

Selama masa pengabdiannya, Ibu Imas dikenal sebagai sosok pendidik yang sabar, berdedikasi tinggi, dan penuh kasih dalam membimbing para santri. Beliau bukan hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak, kedisiplinan, dan semangat belajar yang tinggi kepada para santriwan dan santriwati.

Acara perpisahan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini menjadi momen refleksi dan apresiasi atas jasa serta dedikasi beliau selama mengabdi di pesantren. Dalam suasana penuh keharuan, para asatidz dan santri menyampaikan ucapan terima kasih serta doa terbaik untuk langkah beliau selanjutnya.

Dalam sambutannya, pihak pesantren menyampaikan penghargaan yang mendalam atas kontribusi dan pengabdian yang telah diberikan.

“Terima kasih atas segala ilmu, tenaga, dan kasih sayang yang telah dicurahkan selama bersama keluarga besar Pesantren Persis 109 Kujang. Semoga setiap amal dan pengorbanan menjadi catatan kebaikan di sisi Allah, dan perjalanan selanjutnya senantiasa diberkahi,” ujar pimpinan pesantren.

Kenangan yang tertinggal akan selalu hidup dalam ingatan, dan doa terbaik senantiasa mengiringi langkah Ibu Imas Masluhat, S.Pd.
Semoga Allah membalas segala kebaikan dan menjadikan pengabdian beliau sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahala.

Jazakillah khairan katsiran, Ibu Imas. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdianmu untuk Pesantren Persis 109 Kujang.


Bagikan: