Kujang, 20 Mei 2026 - Lantunan ayat suci Al-Qur'an menggema di seluruh penjuru Pesantren Persatuan Islam (PPI) 109 Kujang. Memasuki pekan akhir semester, para santri tengah berjuang melewati salah satu ujian paling krusial dan dinanti, yaitu Ujian Tahfizh Akhir Semester.
?Sejak pagi hari, suasana khidmat sekaligus tegang begitu terasa. Para santri terlihat duduk rapi berjejer di masjid dan selasar pondok, memegang mushaf masing-masing, sembari komat-kamit melancarkan hafalan (murajaah) sebelum dipanggil oleh ustaz penguji. Bagi mereka, ujian ini bukan sekadar mengejar nilai di atas kertas, melainkan bukti konsistensi dan perjuangan menjaga kalamullah di dalam dada.
?"Ujian semester ini menjadi tolok ukur sejauh mana para santri mampu menjaga dan mempertanggungjawabkan hafalan yang telah mereka setorkan setiap harinya," ujar salah satu ustaz pembimbing tahfizh PPI 109 Kujang.
?Sistem ujian dilakukan secara lisan lewat metode tasmi’ (memperdengarkan hafalan tanpa melihat musyaf) di hadapan tim penguji. Rasa gugup tentu ada, namun motivasi untuk memberikan mahkota kemuliaan kepada kedua orang tua di akhirat menjadi bahan bakar utama yang menguatkan mental para santri.
?Perjuangan ini diharapkan tidak hanya melahirkan generasi yang hafal Al-Qur'an secara tekstual, tetapi juga santri yang memiliki akhlakul karimah yang Qur'ani, siap berkontribusi bagi masyarakat, serta membawa keberkahan bagi pondok pesantren PPI 109 Kujang.