Kujang, 24 September 2026 — Kreativitas dan semangat literasi santri kembali mendapat ruang untuk berkembang di Pesantren Persis 109 Kujang. Melalui Gerlip (Gerakan Literasi Pesantren), digelar Lomba Majalah Dinding (Mading) Antarkelas MTs Tahfizhil Qur’an Persis 109 Kujang sebagai wadah bagi santri untuk menuangkan ide, informasi, dan kreativitas dalam sebuah karya yang edukatif dan menarik.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Gerlip dalam membangun budaya literasi di lingkungan pesantren. Para santri didorong untuk membaca, mencari informasi, mengolah gagasan, kemudian menyajikannya dalam bentuk karya yang dapat dinikmati dan memberikan manfaat bagi warga pesantren.
Dari berbagai karya yang ditampilkan, kelas 9C berhasil meraih juara pada lomba mading antarkelas. Kelas yang berada di bawah bimbingan Ustadzah Siti Rukoyah, S.Pd. tersebut tampil dengan mengangkat tema “Financial” sebagai bahasan utama dalam mading yang mereka buat.
Pemilihan tema finansial menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Melalui karya tersebut, para santri mencoba mengemas berbagai informasi seputar finansial dengan cara yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Materi disusun dalam tampilan yang informatif dan kreatif sehingga tidak hanya memperkaya wawasan pembaca, tetapi juga menunjukkan kemampuan santri dalam menyampaikan sebuah gagasan secara menarik.
Proses pembuatan mading juga menjadi pengalaman berharga bagi para santri kelas 9C. Mereka belajar untuk bekerja sama, berbagi tugas, mengembangkan ide, mencari informasi, menyusun tulisan, hingga menentukan tampilan visual yang sesuai dengan tema. Dari proses tersebut, sebuah ide sederhana kemudian berkembang menjadi karya yang berhasil mendapatkan apresiasi.
Prestasi kelas 9C menjadi bukti bahwa budaya literasi dapat tumbuh melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan. Mading menjadi media bagi santri untuk menunjukkan bahwa literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang mengolah informasi, berpikir kreatif, berkolaborasi, dan menghasilkan karya yang bermakna.
Melalui Gerlip, Pesantren Persis 109 Kujang terus memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan potensi literasinya. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh santri untuk terus membaca, menggali pengetahuan, menuangkan ide, dan berani menghasilkan karya.
Dari ide menjadi karya, dari karya tumbuh inspirasi. Semoga semangat literasi kelas 9C menjadi motivasi bagi seluruh santri MTs Tahfizhil Qur’an Persis 109 Kujang untuk terus berkarya dan menginspirasi.